miring

miring, gila, abnormal | hibernasi, insomnia | jarang mandi | pejalan | mencoba menyelesaikan perjalanan keliling indonesia | 

saya? tidak seperti yang anda lihat
ucapkan salam pada dunia pendidikan kita, ucapkan salam pada 20% APBN pendidikan, ucapkan salam pada masa depan negeri ini. ucapkan salam untuk presiden baru. #KakiMerapi

ucapkan salam pada dunia pendidikan kita, ucapkan salam pada 20% APBN pendidikan, ucapkan salam pada masa depan negeri ini. ucapkan salam untuk presiden baru. #KakiMerapi

untuk juli di hari jumat

sedang iseng di tumblr menemukan pesan yang berlanjut saapan yang belum terjawab lewat post

Hallo miring? Bagaimana kamu? Kabarmu? Hhaa .. 
Alhamdulillah kabar ku baik saja. Sudah lama tak bersua denganmu. Kemana saja kamu? Sedang dirawat intensifkah dirimu di rumah sakit jiwa? Hhhaa.. maaf. Aku hanya sekedar ingin bercanda ^,^)v

Cie… kamu rindu aku ya? Hhi.. Kemasukan iblis apa kamu bisa rindu dengan ku begini? Tapi thanks loh miring :) 

eh sebentar. Aku gak mau ahh jadi nabi. Mungkin kamu saja miring. Kamu kan laki-laki. Semua nabi bukannya laki-laki ya? :p 

hahhaa, banyak sekali pertanyaan yang harus dijawab, hallllooooo juga…. maap lama tak memberi kabar, kabar ku alhamdulillah tetap baik dan kamu tau saja kalau aku di rawat intensif di rumah sakit jiwa, sayangnya aku belum berniat untuk sembuh dari ke-miring-an, mungkin perlu psikolog yang lebih galak hahaha :D 

bagaimana mungkin iblis merasukiku, jika kami dua makhluk tuhan yang ketakutan, sekarang  ga kebalik kamu yang rindu aku ya?…. hahhaaha….

dimana kamu sekarang kawan?,

bagilah sedikit cerita tentang sebuah perjalanan…. :)

fatin oh fatin

dunia sastra indonesia rasanya sangat akrab dengan konflik bahkan sejak Bung Karno masih gagah memimpin negeri ini. namun sepanas-panasnya konflik di kalangan sastrawan tak satupun melibatkan penegak hukum. Pramoedya Ananta Toer pernah menuduh novel karya Buya Hamka sebagai plagiat, bahkan Mochtar Lubis juga pernah mengembalikan penghargaan karena Pram mendapat penghargaan serupa sebagai ekspresi penolakan.

begitu panasnya konflik yang digambarkan dalam Lekra vs Manikebu bahkan mencatat bagaimana hingga akhir hayatnya Mochtar Lubis tak mau memaafkan Pramoedya. meskipun tokoh-tokoh di atas pernah merasakan tinggal dibalik jeruji besi akibat perlawanan pada kekuasaan, yang perlu di catat persetruan di dunia sastra tidak pernah berujung pelaporan ke pihak berwajib.

maka aneh saat Fatin Hamama yang menyebut dirinya sudah berkarir hampir 40 tahun di dunia sastra melaporkan Sutan Iwan Soekri Munaf dan Saut Situmorang ke polisi dengan label “pencemaran nama baik” karena sebuah uangkapan di sosial media. pangkalnya tentu sudah jelas, buku “misterius” berangka 33.

buku yang tidak hanya melahirkan perdebatan akademis namun juga sindiran ala angkringan. fatin mungkin bisa belajar pada HB Jassin bagaimana ia menjawab tuduhan Bintang Timur pada Buya. fatin yang bisa dianggap dewasa dalam dunia sastra harusnya bisa lebih dewasa dalam bersikap, karena sastrawan dihormati tidak hanya karena “karya” tapi juga karena “rasa”. #salam33. :)

wudud

menurut Jalaluddin Rumi  ”yang perlu kita lakukan “bukanlah mencari-cari Cinta, tapi mencari dan menemukan seluruh penghalang yang kita bangun di dalam diri yang menghalangi-halangi datangnya Cinta itu. Lalu, tentu saja, kita rubuhkan ia.”

bahkan rumi mempertegasnya dengan mengatakan “Haruskah Cinta itu berarti saling memiliki? Bukankah Tuhan, akan terus memiliki kita dengan atau tanpa kita mencintai-Nya?”

Cinta pun pada akhirnya tidak dapat diletakan di hati, karena Allah muqollibal qulubi. dan tempat terbaik adalah menempatkan cinta pada pemilik hati, pada hela doa yang terlantun. saat al-Hubb al-Ilah menjadi tempat bernaung maka yang tersisa tidak lagi sekedar Mahabbah namun mencapai titik Mawaddah.

saat begitu merasuknya cinta dalam hati, maka Al-adawiyyah menggap penderitaan adalah ekspresi percintaannya dengan sang Khalik, dan Al Hallaj menafsirnya dalam penyatuan jiwa dirinya dengan Ar-Rahman. hingga dalam syairnya Rumi berkata hal  pertama yang diciptakan Tuhan adalah Cinta. 

"Cinta adalah samudra (tak bertepi) tempat langit menjadi sekadar serpihan-serpihan busa, (mereka kacau balau) bagaikan perasaan Zulaikha yang menghasrati Yusuf" begitulah Rumi bersyair menjabarkan cinta.

Romantisme lembayung senja kala mentari perlahan menenggelamkan diri di ufuk barat dan bias sinarnya menerpa pasir yang basah tersapu laut

Romantisme lembayung senja kala mentari perlahan menenggelamkan diri di ufuk barat dan bias sinarnya menerpa pasir yang basah tersapu laut

Ini kamera saku alias kampera pocked sekitar tahun 1901-1930 kemarin sempat nyoba. Dari kamera ini prinsip dasar fotografi tumbuh

Ini kamera saku alias kampera pocked sekitar tahun 1901-1930 kemarin sempat nyoba. Dari kamera ini prinsip dasar fotografi tumbuh

Meranggas, menggugurkan daun menanti hujan turun

Meranggas, menggugurkan daun menanti hujan turun

Salah satu sudut pulau dewata, syahdunya suasana ini dengan ditemani alunan merdu Saras Dewi melantunkan “Lembayung Bali”

Salah satu sudut pulau dewata, syahdunya suasana ini dengan ditemani alunan merdu Saras Dewi melantunkan “Lembayung Bali”

Sejenak Menikmati lembayung senja di pantai jimbaran, pantai khalayak yang “dijajah” meja kaum borjuis

Sejenak Menikmati lembayung senja di pantai jimbaran, pantai khalayak yang “dijajah” meja kaum borjuis

Perjalanan meraba indonesia bagian tengah dimulai dengan diawali mentari pagi yang menyapa dengan indah di pelabuhan ketapang.

Perjalanan meraba indonesia bagian tengah dimulai dengan diawali mentari pagi yang menyapa dengan indah di pelabuhan ketapang.